Showing posts with label Wisata. Show all posts
Showing posts with label Wisata. Show all posts

Monday, 17 September 2012

Mercusuar Sembilangan Ujung Piring - Bangkalan


   Mercusuar Sembilangan terletak di DESA TANJUNG PIRING, Bangkalan Madura. Mercusuar ini dibangun pada tahun 1879 oleh... Pantai ini terletak sekitar 7 km di sebelah selatan dari kota Bangkalan, Sambilangan di desa, kecamatan Bangkalan. Pantai ini tampaknya juga masih akan mengalami, selain itu, terdapat sebuah mercusuar yang dibuat pada 1879, dibuka oleh zw Willem III. Mercusuar yang memiliki ketinggian 90 meter, yang merupakan wisatawan dapat meningkatkan dan menikmati ‘lalu lintas’ perahu nelayan dan kapal dagang di selat Madura

   Belanda, yang memiliki fungsi untuk membantu navigasi kapal-kapal belanda yang masuk dari laut jawa ke selat madura untuk kemudian bersandar di pelabuhan tanjung perak Surabaya. Arsitektur utama dari merrcusuar ini terbuat dari lempeng besi yang dibuat melingkar dan saling merekat satu sama lain dengan bantuan baut yang lumayan besar. Yang mana di bagaian tengah dari mercusuar ini terdapat lubang vertical dengan diameter kurang lebih 1.5 m sampai 2 m yang digunakan untuk menaikkan barang dari bawah. (http://kurniansyah-rizki.blogspot.com)

   Mercusuar ini sangat juga dekat dengan lokasi makam seorang ulama besar di nusantara yaitu Syaichona Kholil, jadi tak ada salahnya ketika berziarah untuk mampir sejenak di mercusuar ini.







Monday, 10 September 2012

Api Tak Kunjung Padam Pamekasan

  Api Tak Kunjung Padam (Api Abadi) terletak di desa Larangan Tokol, kecamatan Tlanakan kabupaten Pamekasan yang berjarak 4 km kearah selatan dari kota pamekasan. tempat ini sangat unik karena wisata alam seperti ini hanya ada 2 di Indonesia. tempat wisata yang biasa disebut sebagai api tak kunjung padam ini merupakan sebuah wisata alam yang masih alami.
 
  Menurut cerita rakyat disana, kenapa daerah tersebut dapat memancarkan nyala api yang tak pernah mati adalah berawal dari seorang pemuda bernama Hadagi yang belajar islam. dan kemudian ia menyebarkan ajaran islam didesa larangan tokol tersebut. karena kepandaiannya ia memperoleh julukan “Ki Moko” dari warga sekitar. suatu ketika Ki Moko ingin mempersunting seorang putri Palembang dengan mas kawin berupa mata ikan yang ia dapatkan di sungai timur. ikan itu sejenis lele yang kata orang Madura disebut dengan juko’ ketteng (Bahasa madura). kemudian mata ikan itu dibawa untuk dipersembahkan kepada putri palembang sebagai mas kawinnya. peristiwa ajaib pun terjadi, mata ikan itu berubah menjadi mutiara.
 
  Pesta pernikahan pun dilangsungkan tepat di bawah pohon Palembang, karena keadaan yang gelap, maka Ki Moko menancapkan tongkatnya ke tanah. Peristiwa ajaib kembali terjadi. seketika muncullah api dari bekas tancapan tongkat tadi. dan titik api itulah hingga kini masih terus menyala dan dinamakan dengan api tak kunjung padam.

   Ternyata tanah dikawasan itu mengandung belerang yang kemudian bergesekan dengan O2, maka terjadilah fenomena api menyala itu. Sebenarnya ada dua tempat dimana api abadi itu menyala dan masih dalam satu kawasan. yang pertama berada ditempat yang biasa dikunjungi para wisatawan, baik lokal maupun asing dan disebut dengan Apoy Lake (Api laki-laki). Satunya berada tepat didekat pintu masuk (di tengah sawah) yang biasa disebut dengan Apoy Bine’ (Api wanita). selain itu kawasan itu juga terdapat sumber air yang mengandung belerang, konon katanya bisa menyembuhkan berbagai jenis penyakit kulit. tapi sekarang sumber air itu sudah tidak ada lagi karena pipanya macet.





sumber : 

Facebook - Putra Madura CO.
http://tentangmadura.com/api-tak-kunjung-padam/

Sang Maestro Campursari yang Bikin Ambyar

Menjelang pertengahan tahun 2020 Indonesia dikagetkan oleh kepergian sejumlah selebritisnya. Namun yang sangat mengagetkan adalah kepergian...