Showing posts with label Kuliner. Show all posts
Showing posts with label Kuliner. Show all posts

Wednesday, 28 November 2018

Bakso Cepat Saji Ya Bakso Kota Pak Man


Penulis sudah lama sebenarnya ingin memposting varian kuliner khas Kota Malang ini. Kota Malang memang identik dengan kulinernya yaitu Bakso dan Bakwan. Di seluruh nusantara kita kerap kali menemui kuliner yang identic dengan pentol dan kuah kaldunya ini dengan nama Bakso Malang atau Bakwan Malang.

Malang tidak hanya menyajikan alamnya yang indah nan menawan melainkan juga kaya akan sajian kulinernya. Mulai dari yag tradisional hingga yang modern atau kekinian khas ciri generasi milenial. Kali ini penulis akan berbagi tentang bakso.

Jika kita pergi ke Malang di setiap sudut tempatnya akan mudah kita temua satu kuliner yang biasa sebut bakso. Sajian pentol, mie kuning, bihun, gorengan dalam bentuk kembang ataupun bulat, lontong, dan bakso yang beraneka macam baik yang jamur, kasar, halus, puyuh dan sebagainya.

Depot Bakso Pelayanan Modern
Bakso Kota Cak Man Malang, saat penulis pertama kali ketempat ini sempat mengerutkan dahi karena ada yang berbeda. Di tempat ini kita tidak seperti biasanya memesan lalu duduk menunggu sajian makanan (bakso) melainkan kita tinggal pilih dan ambil langsung alias prasmanan.

Tak hanya sampai di situ saja, kita pun tinggal langsung bayar bakso yang akan kita santap tersebut. Memang khas ciri warung, depot ataupun restoran yang prasmanan. Minuman pun kita sudah disiapkan jadi tak perlu menunggu lama untuk menyantap bakso yang ada di depan kita. Selain itu kita pun cukup santai menikmati sajian bakso tersebut karena kita sudah membayar. Setelah makan bisa langsung cuss pulang. Penulis sangat memfavoritekan tempat ini karena selain ada varian ususnya juga ada kikilnya. Jadi dua item ini tak pernah terlewatkan setiap kali penulis mampir ke tempat ini.

Rekomendasi Favorit
Menurut penulis Bakso Kota Cak Man Malang ini memang sangat rekomended, karena selain sajian baksonya yang terdiri dari berbagai macam pilihan dan rasanya yang enak serta sangat terjangkau. Sistem pelayanannya juga sangat menarik. Kita seperti makan di resto yang modern ala resto luar yang siap saji siap santap. So mampir saja ke Bakso Kota Cak Man jika sedang berada atau melewati Kota Malang.



  
Bakso Kota Cak Man ini berdasarkan informasi yang penulis peroleh.
-          Jl. Letjend S. Parman No.56A, Purwantoro, Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur 65122 Telepon (0341) 418442
-          Jl. WR. Supratman C1 Kav. 13 - 14, Rampal Celaket, Klojen, Rampal Celaket, Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65111
Telepon (0341) 352709
-          Jam Operasional keduanya 10.30 – 21.00 WIB

Refrensi:

Gambar:


Monday, 16 July 2018

Rawon Djenggot Kuliner Khas Malang Tanpa Jenggot


Kali ini penulis akan mengulas sedikit tentang salah kuliner khas Jawa Timur yang tak kalah populernya dari Soto yaitu Rawon. Makanan yang disajikan identic dengan daging, kuah hitamnya, toge dan sambalnya tak boleh juga ketinggalan kerupuk udang sebagai sajian pelengkapnya bila ada yang berminat sepoth telor asin bisa menjadi penyempurna dari sajian khas Jawa Timur ini.

Kuliner khas sejuknya kota Malang
Malang merupakan salah satu Kota Terbesar di Jawa Timur, kota terbesar kedua setelah Surabaya di Provinsi Jawa Timur ini dan kota terbesar ke 12 secara nasional ini memang kaya akan sajian wisata kuliner dan alamnya. Banyak sajian kuliner yang terdapat di setiap sudut kota Malang, dikenal dengan kota bunga Malang juga mendapat julukan sebagai kota Pendidikan karena banyaknya Perguruan Tinggi di kota ini yang menjadikannya tujuan untuk mereka yang menempuh jenjang perguruan tinggi.

Rawon merupakan sajian kuliner khas Jawa Timur, ada yang menarik dari Rawon Djenggot yang cukup terkenal ini. Selain rasa Rawonnya yang sangat nikmat daging yang disajikan juga sangat empuk dengan bumbu khas yang meresap dan sangat terasa. Buka sejak pukul 07.00 – 24.00 WIB setiap hari kecuali pada hari Kamis libur, pada hari Minggu Rawon Djenggot buka dari 07.00 – 14.00 WIB. Rawon Djenggot beralamat di Jalan Kawi Selatan No.1, Bareng, Klojen Kota Malang, Jawa Timur juga terdapat nomer kontak yang dapat dihubungi bagi mereka yang ini memesan 085100573858 mengingat Rawon Djenggot tidak buka cabang.
 
Di depot Rawon Djenggot ini tidak hanya menyajikan Rawon saja namun juga terdapat berbagai varian makanan seperti Nasi Soto, Nasi Campur Lodeh dan Nasi Campur Bali dengan berbagai varian lauknya juga tidak boleh ketinggalan untuk dinikmati.
 
Kuliner yang Legendaris
 
Depot Rawon Djenggot ini dibuka sejak tahun 1976 dari pasangan suami istri Alm. Bapak Rajid dan Almh. Ibu Sutani resep rawon ini pun diwariskan kepada anaknya dan tetap dipertahanakn cita – rasanya. Mengawali berjualan di depan sebuah bangunan rumah tua bergaya Belanda dengan ukuran tidak lebih dari 3 x 3 meter yang sangat sederhana karena terbuat dari triplek. Sebelumnya depot ini dikenal dengan sebutan klithik – klithik karena saat mengaduk minuman di gelas dengan keras sehingga suaranya terdengar sampai ke Jalan Raya Kawi. Namun sejak ramainya depot ini masyarakatpun mengetahui bahwa yang mengaduk keras gelas minuman berjenggot barulah kemudian depot ini dikenal Rawon Djenggot.
 
Depot ini mengalami pasang – surut dalam perjalanannya bukan karena omzet melainkan karena tidak yang mengelolanya seperti pada tahun 2006 saat Alm, Bapak Rajid meninggal dunia meskipun depot tetap buka dengan seadanya. Hingga pada tahun 2012 depot kembali terbengkalai karena Alm. Ibu Sutani meninggal tinggal Purwati Putri pasangan suami – istri tersebut yang kemudian kembali mengelola dan membuka depot rawon Djenggot ini dibantu oleh anak dan pembantunya hingga saat ini.


Referensi:

Gambar:


Saturday, 17 February 2018

Bebek Boedjang untuk Para Bujang ala Pontianak



 
Kali ini penulis ingin sedikit berbagi mengenai kuliner menarik yang pernah penulis nikmati. Kuliner yang saat ini penulis akan ulas sedikit adalah kuliner khas kota Pontianak, Kalimantan Barat. Beberapa waktu yang lalu penulis pergi ke salah satu  kota di Pulau Kalimantan yang merupakan sekian Pulau yang dimiliki Indonesia. Kalimantan juga menjadi satu pulau terbesar yang ada di Indonesia bersama Pulau Papua dan Sulawesi.
Kota Pontianak sendiri merupakan Ibu Kota Provinsi Kalimantan Barat (KalBar), kota terletak diantara Sungai Kapuas dan Sungai Landai ini memiliki luas wilayah 107,82 kilometer persegi. Kedua sungai yang mengelilingi kota tersebut pun menjadi simbol ataupun lambat dari kota ini. Tidak hanya itu saja kota yang terdiri dari 6 kecamatan dan 29 kelurahan ini juga dikenal sebagai Kota Khatulistiwa. Karena di kota ini jugalah dibangun Tugu Khatulitiwa karena memang letaknya tepat di daerah Sianta dilalui oleh garis khatulistiwa.
Beragam penduduknya beragam pula kulinernya
Saat ini kota Pontianak menjadi salah satu kota terbesar dan maju di Pulau Kalimantan, konon masyarakat Kalimantan kerap membandingkan kota ini dengan kota – kota besar lainnya di Kalimantan seperti Banjarmasin maupun Balikpapan.
Menjadi salah satu kota terbesar di Pulau Kalimantan sudah tentu masyarakatnya terdiri dari beragam etnis mulai dari Tionghoa, Jawa, Madura, Melayu, Dayak dan lain sebagainya menjadikan Kota ini memiliki varian kuliner yang menarik dan khas. Salah satunya yang pernah penulis cicipi adalah Bebek Boedjang di Kota Pontianak ini.

Nonkrong Kenyang
Menurut informasi yang penulis peroleh, masyarakat Pontianak terutama pemudanya suka sekali nongkrong atau bahasa gaulnya ngopi kongkow. Karena saat penulis berada di sana banyak sekali tempat nonkrong sekedar untuk menikmati malam ataupun kuliner ala Pontianak. Bagi sebagian masyarakat mungkin jika hanya sekedar nongkrong tapi tanpa menikmati sajian kuliner yang mengenyangkan kurang lengkap.
Bebek Boedjang bisa menjadi alternatif bagi mereka yang ingin nongkrong tapi menikmati sajian kuliner terutama bagi mereka yang masih bujang. Buka dari pukul 10.00 hingga 22.30 memang cocok bagi kaula muda yang suka kuliner. Sebenarnya kuliner Bebek Boedjang ini merupakan bagian dari Bebek Bejo yang juga berada dan menjadi kuliner andalan di Kota Pontianak.

Sejak 1438
Siapa sangka jika Bebek Boedjang ini sudah ada sejak tahun 1438, lebih tepatnua 1438 Hijriah atau tahu 2017 Masehu. Penulis sempat kaget dan menganggap Bebek Boedjang ini sudah ada sejak lama namun ternyata Bebek Boedjang ini telah ada pada tahun 2017 tepat di Kota Pontianak. Jadi jika pembaca sedang berada di Kota Pontianak sudah selayaknya mencicipi ataupun mencoba sajian kuliner yang nikmat ini.
Di kedai Bebek Boedjang ini tidak ada hanya sajian bebeknya saja namun juga terpadat berbagai varian menu seperti ayam , ikan nila, mujair, telor dengan berbagai macam sambelnya. Selain itu juga terdapat juga pilihan di goring ataupun di bakar. Jadi bagi penulis kita tidak akan pernah bosan jika kuliner di tempat ini selain menu khasnya juga terdapat berbagai macam vaian menunya.
Berikut Lokasi Bebek Boedjang yang tersebar di Kota Pontianak, Kalimantan Barat:
Jl. Johan Idrus (Jl. Sumatera)
Jl. Patimura (Bebek Bedjo)
Jl. Bandara Supadio



Referensi:
google.com

Gambar:
google.com
http://www.bujangkurir.com/?project=bebek-boedjang-2







Sang Maestro Campursari yang Bikin Ambyar

Menjelang pertengahan tahun 2020 Indonesia dikagetkan oleh kepergian sejumlah selebritisnya. Namun yang sangat mengagetkan adalah kepergian...